Tampilkan postingan dengan label Makalah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Makalah. Tampilkan semua postingan

Rabu, 02 November 2011

Steps in Constructing and Administering a Research Questionnaire



In this section we describe the major steps in carrying out a research study using a questionanaire : (1) defining research objectives, (2) selecting a sample, (3) designing the questionnaire format, (4) pretesting the questionnaire, (5) precontacting the sample, (6) writing a cover letter and distributing the questionnaire, (7) following up with nonrespondents, and (8) analyzing questionnaire data.

Step 1 : Defening research Objectives

Some researchers develop a questionnairebefore they have thoroughly considered what they hope to obtain from the results. It is important that you define your research problem and list the specific objectives to be achieved. Or hypotheses to be tested, by the questionnaire. You might start with a broad topic (e,g,, teacher involvement in staff development) but you should sharpen its focus before beginning on the design if questionnaire.

Teams Games Tournamen (TGT)



BAB I
PENDAHULUAN


Banyak ahli berpendapat bahwa model pembelajaran kooperatif unggul dalam membantu siswa memahami konsep-konsep sulit. Pembelajaran kooperatif juga menurut mereka memberikan efek terhadap sikap penerimaan perbedaan antar-individu, baik ras, keragaman budaya, gender, sosial-ekonomi, dll.Selain itu yang terpenting, pembelajaran kooperatif mengajarkan keterampilan bekerja sama dalam kelompok atau teamwork. Keterampilan ini sangat dibutuhkan anak saat nanti lepas ke tengah masyarakat.
Ada 6 langkah utama di dalam melaksanakan pembelajaran kooperatif, demikian diungkapkan oleh Streeter, 1999. Keenam langkah itu adalah: pembelajaran dimulai dengan guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan memotivasi siswa untuk belajar. Langkah ini kemudian diikuti oleh penyajian informasi baik berupa bahan bacaan maupun informasi verbal lainnya. Selanjutnya siswa dikelompokkan ke dalam kelompok-kelompok belajar. Tahap ini selanjutnya diikuti dengan bimbingan oleh guru pada saat siswa belajar dalam kelompok. Lalu, guru memberikan evaluasi tentang hal-hal yang telah mereka pelajari dan kemudian memberikan penghargaan terhadap usaha-usaha yang telah dilakukan oleh individu maupun oleh kelompok.

Selasa, 11 Oktober 2011

Kuesioner Penelitian



BAB I
PENDAHULUAN

1.        Pengertian kuesioner
Kuesioner  adalah suatu kumpulan pertanyaan dan pernyataan yang telah disusun sedemikian rupa untuk dijawab oleh responden dalam rangka mengumpulkan data sesuai dengan tujuan penelitian tertentu. Dalam penelitian kuantitatif penggunaan kuesioner  paling sering ditemui karena jika dibuat secara intensif dan teliti kuesioner mempunyai keunggulan jika dibendingkan dengan alat pengumpul data. (Hamid Darmadi, 2011)
2.        Macam-macam kuesioner
Ada dua jenis pertanyaan dalam kuesioner, yakni pertanyaan terbuka, terbuka, dan gabungan tertutup dan terbuka. Pertanyaan dengan jawaban terbuka adalah pertanyaan yang memberikan kebebasan penuh kepada responden untuk menjawabnya. Di sini peneliti tidak memberikan satupun alternatif jawaban. Sedangkan pertanyaan dengan jawaban tertutup adalah sebaliknya, yaitu semua alternatif jawaban responden sudah disediakan oleh peneliti. Responden tinggal memilih alternatif jawaban yang dianggapnya sesuai.

Minggu, 09 Oktober 2011

Pembelahan Sel


Pembelahan Sel (Mitosis dan Miosies) Sebagai Tahapan Penurunan Sifat


1.      Pendahuluan
Belasan tahun setelah Mendel mempublikasikan karya penelitiannya, W. Roux mengajukan postulat bahwa faktor herediter dibawa oleh suatu struktur di dalam nukleus yang dinamakan kromosom (chromo=warna ; soma=badan). Percobaan T. Boveri dan W.S. Sutton beberapa tahun kemudian membuktikan bahwa gen terdapat di dalam kromosom. Selanjutnya, T.H. Morgan dan koleganya melalui studi pada lalat buah Drosophila melanogaster mengajukan teori bahwa gen merupakan satuan-satuan yang diskrit (terpisah satu sama lain) di dalam kromosom.
Perilaku kromosom ternyata sangat berkaitan dengan tahap-tahap pembelahan sel,yang merupakan mekanisme dasar bagi pertumbuhan dan reproduksi seksual organisme. Pembelahan sel (sitokinesis) selalu didahului oleh pembelahan nukleus (kariokinesis), dan justru kariokinesislah yang sesungguhnya lebih berperan dalam mekanisme pelaksanaan pewarisan sifat. Bahkan, pembicaraan tentang pembelahan sel pada umumnya dititikberatkan pada kariokinesis, yang dengan sendirinya akan melibatkan perubahan-perubahan yang terjadi pada kromosom.
Bahan penyusun kromosom adalah DNA dan protein. Kromosom yang sedang mengalami pengandaan terdiri atas dua buah kromatid kembar (sister chromatids) yang satu sama lain dihubungkan pada daerah sentromer. Letak sentromer berbeda-beda, dan perbedaan letak ini dapat digunakan sebagai dasar untuk klasifikasi struktur kromosom. Pada sentromer terdapat kinetokor, yaitu suatu protein struktural yang berperan dalam pergerakan kromosom selama berlangsungnya pembelahan sel.

Sabtu, 08 Oktober 2011

PRAKTIKUM PEWARNAAN BAKTERI GRAM


PEWARNAAN BAKTERI

A.     TUJUAN

1.   Mempelajari dasar kimia pewarna Gram dan pewarna Spora
2.  Mempelajari prosedur untuk membedakan bakteri menjadi golongan gram positif dan negatif
3.  Mempelajari prosedur membedakan bakteri antara pembentuk spora dan sel.

B.      TEORI

Pewarnaan Gram

Proses pewarnaan diferensial ini memerlukan 4 jenis reagen. Bakteri terbagi atas dua kelompok berdasarkan pewarnaan ini, yaitu bakteri gram positif dan bakteri gram negatif. Perbedaan ini berdasarkan warna yang dapat dipertahankan bakteri. Reagen pertama disebut warna dasar, berupa pewarna basa, jadi pewarna ini akan mewarnai dengan jelas. Reagen kedua disebut bahan pencuci warna (decolorizing agent). Tercuci tidaknya warna dasar tergantung pada komposisi dinding sel, bilakomponen dinding sel kuat mengikat warna, maka warna tidak akan tercuci sedangkan bila komponen dinding sel tidak kuat menelan warna dasar, maka warna akan tercuci. Reagen terakhir adalah warna pembanding, bila warna tidak tercuci maka warna pembanding akan terlihat, yang terlihat pada hasil akhir tetap warna dasar.

Model Pembelajaran Pertemuan Kelas


Model pembelajaran pertemuan kelas diciptakan berdasarkan terapi realitas yang dipelopori oleh William Glasser. Glasser percaya bahwa permasalahan manusia kebanyakan disebabkan oleh kegagalan memfungsikan diri dalam lingkungan sosialnya (kegagalan fungsi sosial). Ia percaya bahwa setiap manusia mempunyai dua kebutuhan dasar yaitu cinta dan harga diri. 

Prosedur Pembelajaran 

Model pertemuan (diskusi) kelas terdiri atas enam tahap, yaitu 

(1) menciptakan ikiim (suasana) yang kondusif, 
(2) menyampaikan permasalahan diskusi, 
(3) membuat penilaian pribadi, 
(4) mengidentifikasi alternatif tindakan solusi, 
(5) membuat komitmen, dan 

(6) merencanakan tindak lanjut tindakan 



Model Pembelajaran Personal

Model Pembelajaran Sinektik


Menurut Joyce, Weil, dan Calhoun (2000:135) semua model mengajar mengandung unsur model berikut: (1) orientasi model, (2) urutan kegiatan (syntax), sistem sosial (social system), (4) prinsip reaksi (principle of reaction), (5) sistem penunjang (support system), dan (6) dampak instruksional dan penyerta (instructional and nurturant effect). Dalam hal ini model pembelajaran sinektik juga harus mencakup semua unsur tersebut.




1. Orientasi Model

Istilah sinektik berasal dari bahasa Yunani yang berarti penggabungan unsur-unsur atau gagasan-gagasan yang berbeda-beda yang tampaknya tidak relevan. Menurut William J.J. Gordon (1980:168), sinektik berarti strategi mempertemukan berbagai macam unsur, dengan menggunakan kiasan untuk memperoleh satu pandangan baru. Selanjutnya Model Sinektik yang ditemukan dan dirancang oleh William JJ Gordon ini berorientasi meningkatkan kemampuan pemecahan masalah, ekspresi kreatif, empati dan wawasan dalam hubungan sosial.

Flagella (Tugas Mikrobiologi Erlin's)


A. Pengertian Flagel 

Flagellum (jamak flagella) adalah alat gerak (motile organ) berbentuk cambuk pada sejumlah organisme bersel satu. Flagella memungkinkan menghindarkan bakteri dari kondisi yang tidak mendukung baginya. Suatu individu dapat memiliki satu atau lebih flagella. Contohnya adalah alga bersel satu, Euglena viridis dan bakteri Escherichia coli. (wikipedia, 2011).

Archaea juga memiliki flagella, dan dioperasikan dengan cara yang mirip dengan flagella bakteri, batang panjang mereka yang digerakkan oleh motor berputar di dasar flagella tersebut. Motor didukung oleh gradien proton melintasi membran. Namun, flagela archaeal terutama berbeda dalam komposisi mereka dan pembangunan. Kedua jenis flagella berevolusi dari nenek moyang yang berbeda, berbagi flagela bakteri satu nenek moyang dengan sistem sekresi tipe III, sedangkan flagela archaeal tampaknya telah berevolusi dari pili tipe IV bakteri. Berbeda dengan flagel bakteri, yang merupakan poros berongga dan dirakit oleh subunit bergerak ke atas pusat pori dan kemudian menambahkan ke akhir flagella ini, flagela archaeal subunit disintesis dengan menambahkan ke pangkalan mereka. (Wikipedia free ensiklopedy, 2011.) 

Model-Model Pembelajaran Sains (Tugas Kuliah Erlin's)

1. Kelompok Model Pembelajaran Memproses Informasi :
  • Pencapaian Konsep (Concept Attainment)
  • Berpikir induktif (InductiveThinking)
  • Latihan Penelitian (Inquiry Training)
  • Pemandu Awal (Advance Organizer)
  • Memorisasi (Memorization)
  • Pengembangan Intelek (Developing Intelect)
  • Penelitian Ilmiah (Scientic Inquiry).
2. Kelompok Model Pembelajaran Sosial
  •  Investigasi Kelompok (Group Investigation
  • Bermain Peran (Role Playing
  • Penelitian Yurisprudensial (Jurisprudential UInquiry)
  • Latihan Laboratoris (Laboratory Training)
  • Penelitian Ilmu Sosial